Kumpulan Bokep Asia
Hot Apps Sex Video
CPM-1do-BD
Supir Pemuas Nafsu
Setelah tamat dari sekolah, aku mencoba merantau ke Jakarta. Aku berasal dari keluarga yang tergolong miskin. Di kampung orang tuaku bekerja sebagai buruh tani. Aku anak pertama dan memiliki seorang adik perempuan, yang masih sekolah di SMP. Aku ke Jakarta hanya berbekal ijazah SMU. Dalam perjalanan ke Jakarta. Di Jakarta aku numpang di rumah sepupu, yang kebetulan orangtuanya punya Usaha warteg. Dan mereka sudah punya rumah sendiri, sepupuku yang terpaut usia 1 tahun denganku sedang kuliah di salah satu PTS Jakarta selatan. Selain berbekal ijazah yang nyaris tiada artinya itu, aku memiliki keterampilan hanya sebagai supir angkot. Aku bisa menyetir mobil, karena aku di kampung, setelah pulang sekolah selalu diajak Bapakku untuk narik angkot. Aku menjadi keneknya, Bapak supirnya. Tiga tahun pengalaman menjadi awak angkot, cukup membekal aku dengan keterampilan setir mobil. Aku hampir putus asa tatkala tinggal di Jakarta, karena setelah tinggal tiga bulan aku belum juga dapat kerja. Aku malu kalau harus ngerepotin Bude dan pakde ku. Yah walaupun aku tinggal gak hanya diam aja, aku ikut Bantu-bantu di warteg. Hingga Pada suatu hari, yakni hari selasa, ketika aku sedang bantu-bantu di warteg, aku dipanggil Pakde yang menawarkanku menjadi supir pribadi Bu Nani. Dia adalah bos pak Nuridin yang biasa makan di warteg Pakdeku. Aku langsung menyanggupi tawaran itu, dan segera ganti baju untuk ikut dengan pak Nuridin ke Rumahnya Bu Nani. Ketika memasuki halaman rumah yang besar seperti istana itu, hatiku berdebar tak karuan. Kami dipersilahkan duduk oleh seorang pembantu muda di ruang tamu yang megah itu, tak lama kemudian muncul seorang wanita yang tampaknya muda. Kami memberi hormat pada wanita itu. Wanita itu tersenyum ramah sekali dan mempersilahkan kami duduk, Pak Nuridin dipersilahkan kembali ke kantor oleh wanita itu, dan di ruangan yang megah itu hanya ada aku dan dia si wanita itu. "Benar kamu mau jadi supir pribadiku?", tanyanya ramah seraya melontarkan senyum manisnya. "Iya Nyonya, saya siap menjadi supir nyonya.", jawabku. "jangan panggil Nyonya, panggil saja saya Ibu Nani.", sergahnya halus. Aku mengangguk setuju. "Kamu masih kuliah ?" "Tidak nyonya eh...Bu?!", jawabku. "Saya baru tamat SMU, tapi saya berpengalaman menjadi supir sudah tiga ahun", sambungku. Wanita itu menatapku dalam-dalam. Ditatapnya pula mataku hingga aku jadi slah tingkah. Diperhatikannya aku dari atas sampai ke bawah. "Kamu masih muda sekali, ganteng, nampaknya sopan, kenapa mau jadi supir?" tanyanya. "Saya butuh uang untuk kuliah Bu", jawabku. "Baik, saya setuju, kamu jadi supir saya, tapi harus ready setiap saat. Gimana, okey?" "Saya siap
Download Supir Pemuas Nafsu
/ Next

CPM-1do-BD
1.1036