Kumpulan Bokep Asia
Hot Apps Sex Video
CPM-1do-BD
Brondong pertamaku
orang disitu”, dia memberikan penjelasan panjang lebar. Diberi penjelasan seperti itu aku langsung kebingungan, tanpa pikir panjang aku langsung minta tolong padanya. “Aduh, tante bingung nih! Kamu bisa anterin aja ga? Nanti tante kasih ongkos pulang” kataku. Dia seperti kebingungan. Aku pun berkata, “Tenang ga akan diculik kok”, kataku sambil tersenyum. Dia makin kelihatan kebingungan. “Kalo kamu takut, ajak saja temen kamu”, aku meyakinkannya, karena aku sudah pusing mencari alamat V. Akhirnya dia setuju dengan syarat boleh mengjak temannya dan diberi ongkos pulang. Dia pun mengajak dua orang temannya. Aku menyuruh salah satu dari mereka untuk duduk di depan sebagai penunjuk jalan, lagipula aku tidak mau dikira sepagai sopir antar jemput anak sekolahan Didalam mobil aku berkenalan dengan mereka. Yang duduk didepan bernama Fariz, sedangkan dua temannya yang duduk dibelakang bernama Dharma dan Aziz. Dari obrolan kami ku ketahui mereka baru kelas 2 SMP. Selama perjalanan kuperhatikan mereka semua mencuri-curi pandang tubuhku. Saat itu aku mengenakan tank top biru muda dan hot pants. Yang paling kuperhatikan tentu saja Fariz karena dia duduk didepan. Setiap kali kuperhatikan dia langsung membuang muka, karena takut ketahuan olehku. Umur-umur segitu anak cowok memang memiliki fantasi seks yang luar biasa. Fariz terus saja mencuri pandang buah dadaku yang “luber”. Akhirnya kuputuskan kubiarkan saja mereka melihat payudaraku, kupikir sebagai bahan masturasi mereka nanti… Akhirnya sampai juga kami di rumah V. Vina langsung menyambutku, tapi dengan tatapan heran. “Siapa itu Cel?”, tanyanya. “Oh..mereka guide”, kataku sambil tersenyum pada mereka. “Masuk dulu yuk!”, ajakku pada mereka. “Ga buru-buru kan?”, tanyaku lagi. Akupun mengambil tas kecilku. Aku dan Vina masuk mendahului mereka. Rumah V –menurutku sih villa, bukan rumah- berada didaerah yang elite, sehingga jarak antar tetangga tidak terlalu dekat. Vina juga hidup sendiri, sama seperti aku. Dia editor sebuah majalah wanita. Begitu masuk rumah, Vina langsung menunjukkan kamarku, “kamar lo di atas ya Lyn, yang itu tuh”, katanya sambil menunjukkan kamarku. Kita ngobrol dibawah yuk, katanya kepada ketiga anak itu sambil turun menuju ruang tamu. Aku pun menuju kamarku, ketika baru teringat bahwa aku lupa membawa tas yang berisi pakaian. Aku pun memanggil Fariz, “Riz, bisa minta tolong ambilkan tas tante yang hitam di mobil?”. Fariz tampak terkejut, “Bisa tante”. “Tau cara bukanya kan?”, tanyaku lagi. “Tau kok!”, jawabnya. Akupun memberikan kunci mobilku kepadanya. Akupun menuju kamarku. Sesampainya di kamar, aku langsung menutup pintu dan menuju kamar mandi, aku sudah tidak tahan menahan pipis sejak di tol tadi. Ketika aku baru mengeluarkan pipisku, tiba-tiba Fariz masuk. Akupun terkejut. Sial, aku lupa mengunci pintu kamar dan lupa
Download Brondong pertamaku
Back / Next

CPM-1do-BD
1.0225