Kumpulan Bokep Asia
Hot Apps Sex Video
CPM-1do-BD
Mbak Dewi
kan apa yang baru aku lihat beberapa jam yang lalu. *** Semakin hari semakin terbayang wajah Mbak Dewi, tak tahan rasanya ingin menyentu mbak Dewi. Ketika malam tiba aku nongkrong di depan kamar kostku, berharap bertemu mbak Dewi, sejam dua jam hingga 9 malam kala itu, terlihat mbak Dewi turun dari taxi, berdebar rasa jantungku, memikirkan rencana bagai mana caranya berdekatan dengannya. Hampir sampai dia ke dekatku,aku berdiri pura pura mau jalan ke arahnya….seperti biasa tatapan dan senyumnya yang menggoda menembus hatiku..”dari mana mbak, kok malam pulangnya” tanyaku. Abis belanja cat rambur, kebetulan jalannya macet jadi kemalaman deh, jawabnya sambil tersenyum. Sambil berpapasan kuberanikan diri tuk menempelnya agak bertubrukan, …nyelllll terasa ada benda yg kenyal menyentuh sikutku…detik itu juga kemaluanku tegang. “Mmmaaf mbak gak sengaja”, kataku….”hehehehhehe kamu tuh bisa aja, ga apa apa kok wil, gak sengaja kan”, jawabnya sambil tersenyum dan melanjutkan perjalanan ke rumahnya. Ampuuuuuuuuuuuuun, makin bingun aku dengan sikap mbak Dewi, seolah olah meberi lampu hijau kepadaku. Semakin gila imajinasiku terhadap mbak Dewi. Semakin hari semakin senewen. Akhirnya pada suatu hari aku mempunya ide tuk bertemu langsung dengannya, dengan cara mendatangi salonnya, dengan alasan memotong rambut. Hari itu aku tidak kerja, demi menjalankan misiku yang penuh gairah. Kudatangi salon mbak Dewi sekitar jam 11 siang. Kebetulan dia bekerja sendiri tanpa asisten. “Siang mbak”, salamku terhadapnya. :Siang, eh willy ada apa, tumben kesini”, jawabnya. Mau potong rambut mbak, dan panjang neh biar rapih aja. oooo, boleh tunggu yah, kata mbak Dewi. Hari itu dia memakan rok hitam dan kaos putih bak orang training, senyum dan pandangannya tidak berubah tetap menggoda hatiku. “ayo wil katanya mau potong rambut” tanya nya. Iya mbak, langsung aku duduk di kursi, dan mbak dewi siap memotong rambutku. Tak karuan rasa hatiku ketika mbak Dewi mulai memotong rambutku. Berkeringat tubuhku, “kenapa wil, gerah”, tanyanya. Nggak Mbak Dewi, nggak gerah kok, jawabku. “Nah itu berkeringat” tanya nya lagi sambil tersenyum. “Mmmmm, aku berkeringat karena dekat dengan mbak Dewi “, upsss kelepasan aku ngomong….”hihihihihi mbak Dewi ketawa geli, kenapa kok deket saya jadi gerah emangnya saya kompor” katanya lagi. Tak tahan dengan hasrat ku, kulepaskan penutuh tubuhku yang dijadikan alas rambut. Kutarik mbak Dewi ke bagian belakang…sini dulu bentar mbak…wilyyyy, ada apa sih, kata mbak Dewi tapi tetap menuruti ajakanku. Setibanya di belakang, langsung kupeluk dia dengan erat, ohh mbak ini yg akuharapkan dari mbak, “wil, apa-apan sih kamu nanti takut ada tamu nih” gumam mbak
Download Mbak Dewi
Back / Next

CPM-1do-BD
1.0305