Kumpulan Bokep Asia
Hot Apps Sex Video
CPM-1do-BD
Anti Sang pembuka gerbang
penginn……..”sahutnya sengaja tak selesaikan kalimatnya. Dengan cepat kecupan dijatuhkan Anti pada pipi pemuda kasihnya itu. Dan menatap Dino dengan tatapan yang berjuta makna. Dino tak dapat mengartikan tatapan itu. Hanya batinnya bergumam bahwa gadis kekasihnya ini sangat bergairah saat ini. Seperti biasanya mereka berkencan, mobilpun bergerak ke utara meninggalkan kota Bandung, melalui perkebunan teh yang menghiasi sepanjang perjalanan. Canda mereka terus mengisi perjalanan mereka. Tak lama kemudian mobilpun menepi pada sebuah warung tempat langganan mereka. Penjualnya sepasang suami isteri yang akrab dengan mereka. Telah berulang kali mereka berkunjung kesana. Di warung itu terdapat sebuah bale-bale agak menjorok ke dalam, dan disanalah mereka duduk seperti biasanya. Bale- bale tersebut dihalangi sebuah dinding dari bilik bambu yang di anyam setinggi kepala orang duduk sehingga gerak-gerik mereka tak terlihat langsung dari luar. “Biasa mang………”pinta Dino pada bapak pemilik warung tersebut. Mereka duduk berdampingan menghadap hamparan kebun teh yang menghijau. Anti merebahkan kepalanya di bahu Dino. Dino pun melingkarkan tangannya ke bahu gadisnya itu mencoba memberikan kehangatan mengimbangi udara yang mulai dingin di senja hari yang mulai gelap tersebut. Angin dingin bertiup kencang sepertinya hujan akan turun tak lama lagi karena sedari tadi mendung hitam telah bergayut di ufuk langit. “Ini den….., kopi jahe dengan roti bakarnya, dan untuk neng yang ini teh manis dengan ketan bakar…” suara pemilik warung yang muncul mengagetkan mereka berdua. Dino dan Anti bergegas menyambut sajian yang di antarkan bapak dan ibu pemilik warung tersebut. “Terimakasih mang…………..”sahut Anti saat mengembalikan nampan kosong. Lapar dan ditambah pengaruh udara dingin dengan lahap mereka menyantap sajian hangat tersebut. Tak menyisakan sedikitpun makanan yang telah disajikan tersebut. “Ih…….lapar apa hobby……..”kelakar Anti. “Dua – duanya………………..” sahut Dino dengan mulut yang penuh. Tergelak mereka berdua berbicara dengan mulut yang penuh. Sungguh kemesraan yang wajar. Tak ada kepura-puraan dalam setiap tindak tanduk dan ucapan mereka berdua. “Sini..Anti hapus……………….”ujar Anti mendekat dan menggosokkan tissue ke bibir Dino. Wajahnya sangat dekat dan tercium wangi yang khas gadis yang telaten merawat diri. Dino membiarkan saja jemari lentik tersebut membersihkan sisa-sisa makanan yang menempel di luar bibirnya. Tak di duganya sama sekali. Kecupan Anti mendarat pada ujung bibirnya sebelah kanan. Sambil tersenyum paham Dino bereaksi dengan cepat, dirangkulnya tubuh sintal gadis manis tersebut dan lansung di jatuhkannya kecupan-kecupan sporadis pada bibir merah tersebut. Langsung mereka berdua terseret gelombang yang memabukkan. Lidah mereka kini saling membelit dalam mulut Anti yang basah. Sementara tangan Dino telah menyelusup ke balik blouse biru yang di kenakan Anti,
Download Anti Sang pembuka gerbang
Back / Next

CPM-1do-BD
1.0819